A.
Tipe Konsumen Pasar Industri
Konsumen pasar Industri umumnya
diklasifikasikan sebagai 4 grup yaitu :
1. Perusahaan
Komersial
2. Pelanggan
Pemerintah
3. Pelanggan
Institusional
4. Masyarakat
Kooperatif
·
Perusahaan Komersial
Perusahaan
Komersial adalah perusahaan yang berdiri di sector swasta, organisasi pencari
keuntungan, yang terdiri dari :
(i)
Distributor Industri atau dealer
(ii)
Produsen peralatan asli (OEM)
(iii)
Pengguna. Mereka termasuk perusahaan
manufaktur ( telco atau bajaj auto) dan perusahaan non manufaktur ( perusahaan iklan
lintas, perusahaan riset pemasaran, dan perusahaan riset pemasaran MODE).
Ø Distributor
dan dealer Industri
Mereka
membeli barang industri dan mejualnya kembali dalam bentuk yang sama kepada
pelanggan industri lain nya.
Ø Produsen
peralatan asli (OEM)
Mereka
membeli barang – barang industri untuk memasukkan barang tersebut ke produk
yang mereka hasilkan.
Ø Pengguna
Ketika
perusahaan komersial membeli barang industri atau jasa untuk mendukung proses
pembuatan nya atau untuk memfasilitasi operasi bisnis.
·
Pelanggan Pemerintah
Unit
pembelian pemerintah biasanya membeli hampir seluruh jenis brang industri dan
jasa dan mewakili seluruh kegiatan pasar.
·
Pelanggan Institusi
Publik
dan lembaga pribadi seperti rumah sakit, sekolah, dan universitas adalah
termasuk pelanggan institusi. Beberapa lembaga ini memiliki beberapa aturan dalam pembelian dan yang lain nya
memiliki peraturan yang fleksibel. Orang yang paham akan barang industri akan
mengetahui pembelian terlatih dari setiap institusi dalam memasarkan suatu
produk atau jasa.
B.
Klasifikasi Produk dan Jasa
Berdasarkan metode ini, produk dan
jasa industri dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :
1. Bahan
dan bagian
2. Barang
modal
3. Persediaan
dan pelayanan
·
Bahan dan bagian
Ø Bahan
dan bagian
Barang
yang memasuki inti produk terdiri dari bahan mentah, bahan pabrol dan bagian komponen.
Ø Bahan
baku
Bahan
baku atau mentah adalah produk inti atau produk dasar dari proses produksi
tanpa adanya perubahan atau alternatif lain nya.
Ø Bahan
pabrik dan komponen
Bahan
pabrikan adalah bahan – bahan yang produksi nya meliputi bahan – bahan mentah dan
mengalami proses sebelum memasuki proses produksi.
Sedangkan
komponen adalah bagian – bagian pelengkap seperti baterai dan instrumen motor
lalu dipasang ke produk.
·
Barang modal
Barang
modal adalah barang yang digunakan dalam proses produksi dan habis dipakai
dalam jangka waktu tertentu, barang modal dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. Barang
berat
2. Aksesoris
3. Tempat
dan bangunan
·
Persediaan dan pelayanan
Persediaan dan layanan mendukung operasi
organisasi pembelian. mereka tidak menjadi bagian dari produk jadi. mereka
diperlakukan sebagai biaya operasional selama periode yang dikonsumsi.
C.
Implikasi (penerapan) Pemasaran pada konsumen dan
tipe produk yang berbeda.
penjualan sebagian besar dilakukan
langsung dari penjual ke pembeli. penting bagi seorang penjual industri untuk
tetap berhubungan erat dengan tidak hanya ke pembeli, tetapi juga dengan
kualitas, produksi, organisasi pembeli karena mereka dapat mempengaruhi
keputusan pembelian atau pelepasan pembayaran.
·
Strategi marketing untuk barang modal, persediaan
dan jasa.
Ø Barang
modal
Barang
modal terdiri dari mesin berat dan konstruksi pabrik dan gedung kantor,
penjualan langsung dengan interaksi yang luas dan penjualan sangat umum.
Ø Persediaan
Persediaan
pemasaran digunakaan perusahaan yang membeli volume besar dan distributor atau
dealer digunakan untuk memasarkan produk ke beragam pasar.
Ø Jasa
Strategi
pemasaran ini biasanya layanan nya lebih halus. Pembeli umumnya menghubungin
perusahaan yang memiliki reputasi dari mulut ke mulut.
D.
Konsumen Industri
Pemasar industri sadar bahwa semua
pembeli tidak memiliki orientasi pembelian yang sama.
·
Orientasi pembelian
Perusahaan
yang memiliki orientasi pembelian memiliki fokus yang sempit dan jangka waktu
tang pendek. Konsumen untuk perusahaan ini biasanya terdiri dari :
Ø Harga
terendah
Ø Mendapatkan
kekuatan
Ø Resiko
·
Procurement orientasi
Perusahaan
yang memiliki fokus strategi dan pro aktif dalam pembeli, dengan orientasi ini
dapat meningkatkan kualitas dan pengurangan biaya. Perusahaan yang mengadopsi
orientasi ini adalah :
Ø Hubungan
yang kolaboratif dengan supplier utama
Ø Bekerja
sama dengan bidang fungsional lain nya
·
Orientasi manajemen rantai persediaan
Di sini peran pembelian semakin diperluas untuk
menjadi lebih bernilai tambah dan operasi strategis. orientasi manajemen rantai
pasokan memiliki tiga filosofi pembelian yaitu :
Ø memberikan nilai kepada
pengguna akhir
Ø kegiatan outsourcing non
inti
Ø mendukung hubungan
kolaboratif dengan persediaan utama
·
Penerapan orientasi pembelian
melalui pemahaman yang tepat tentang
orientasi pembelian pelanggan bisnis, seorang pemasar industri bisa mendapatkan
wawasan penting. Sebagai contoh sebagian besar organisasi pemerintah memesan
pada pemasok yang mengutip harga terendah terhadap tender pemerintah.
E. Praktik pembelian oleh konsumen Industri
pemasar industri memasarkan barang atau jasa industri ke berbagai jenis
pelanggan seperti perusahaan komersial, pelanggan pemerintah, dan pelanggan
institusional.
·
Pembelian di perusahaan komersial
praktik pembelian
tergantung pada sifat bisnis dan ukuran perusahaan komersial serta volume,
variasi, dan kompleksitas teknis dari produk yang dibeli
·
Pembelian di unit pemerintah
unit pemerintahan adalah
pembeli barang dan jasa industri terbesar. untuk menyelesaikan dengan sukses
dan untuk mendapatkan bisnis, seorang pemasar industri harus memahami
kompleksitas yang terlibat dalam penjualan ke unit pemerintahan.
F. Analisis Lingkungan Pemasaran Industri.
Pembeli dan penjual industri beroperasi di
lingkungan yang terus berubah. Namun, sebagian besar diskusi tentang lingkungan
adalah tentang lingkungan ekologis seperti polusi udara dan air, pembuangan
limbah padat.
·
Jenis Lingkungan
Ø lingkungan fisik dan ekologis
lingkungan fisik
meliputi air, listrik, bahan baku, tenaga kerja murah, tenaga terampil, dan
fasilitas transportasi. kombinasi yang menguntungkan dari faktor-faktor ini
dapat memberikan perusahaan keunggulan kompetitif di pasar.
Ø Lingkungan internal
tujuan melakukan
analisis lingkungan internal adalah untuk mengidentifikasi secara berkala
kekuatan dan kelemahan spesifik perusahaan. ini melibatkan analisis semua
faktor perusahaan, termasuk pemasaran, keuangan, manufaktur, sumber daya
manusia
Ø lingkungan eksternal dalam pemasaran industry
perusahaan yang sukses
mengakui pentingnya pemindaian faktor lingkungan eksternal secara
terus-menerus. baik faktor lingkungan eksternal makro dan mikro berubah secara
terus menerus. perubahan ini memunculkan peluang dan ancaman baru.
Ø faktor lingkungan mikro
faktor lingkungan mikro
yang ditunjukkan terdiri dari pelanggan, pesaing, dan pemasok.
Ø factor lingkungan macro
factor lingkungan makro
yang ditunjukkan terdiri dari factor ekonomi, teknologi, pemerintah, politik,
dan hukum, publik, budaya dan sosial.
referensi :
Havaldar, Krishna. Industrial Marketing: Text And Cases, 2nd ed, McGraw-Hill, Singapore, 2005.
referensi :
Havaldar, Krishna. Industrial Marketing: Text And Cases, 2nd ed, McGraw-Hill, Singapore, 2005.
No comments:
Post a Comment