Monday, October 22, 2018

Tugas Individu Ekonomi Koperasi


Jokowi Minta Koperasi Manfaatkan Medsos hingga E-commerce


TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta koperasi untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Dengan begitu, koperasi di Indonesia tidak tertinggal oleh zaman. "Saya kira di awal enggak harus dengan yang canggih-canggih, mulai dulu dengan semua anggota koperasi harus pintar pakai WA (WhatsApp)," kata Jokowi dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 Tahun 2018 di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Kamis (12/7/2018). Setelah itu, Jokowi juga meminta masing-masing koperasi untuk membuat laman di media sosial seperti Twitter, Facebook dan Instagram. Ia juga meminta para insan koperasi untuk mempelajari cara membuat konten yang menarik di medsos. "Kalau enggak ya percuma. Engggak bakal ada yang like, enggak ada yang bakal mem-follow," kata Kepala Negara yang juga aktif di berbagai platform medsos ini. Baca juga: Surat dari Anak Muda untuk Menteri Koperasi... Terakhir, Jokowi juga meminta koperasi berjualan lewat aplikasi belanja online seperti Lazada, Tokopedia dan Bukalapak. "Atau membuat online store sendiri karena anak-anak muda sekarang semuanya ada di situ," kata Jokowi. Jokowi meyakini, dengan memanfaatkan teknologi digital, maka bisnis yang dilakukan koperasi akan terus berkembang pesat. Sebab, koperasi bisa menjangkau seluruh masyarakat tanpa terhambat dengan batasan jarak "Dengan internet, sudah tidak ada lagi yang namanya jarak mau 1000 meter mau 1000 km rasanya komunikasi dan interaksi sudah sama-sama mudahnya sama-sama gampangnya," ucap Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Minta Koperasi Manfaatkan Medsos hingga E-commerce", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/12/11274181/jokowi-minta-koperasi-manfaatkan-medsos-hingga-e-commerce
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Diamanty Meiliana



Susi Dorong Koperasi dan UMKM Perikanan Dibentuk di Papua
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendorong agar pengusaha perikanan skala kecil di Papua mulai membentuk koperasi serta unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu diminta Susi setelah dirinya menjamin bahwa laut di sekitar Papua kini sudah bebas dari nelayan dan kapal-kapal asing yang selama ini beroperasi secara ilegal di sana. "Laut Papua yang sudah puluhan tahun lamanya dinikmati asing seperti Tiongkok, Thailand, dan Filipina saat ini sepenuhnya telah menjadi milik Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya pengusaha-pengusaha kecil membentuk koperasi atau UMKM," kata Susi saat mengunjungi Poltek KP Sorong, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (20/3/2018). Susi juga mendorong warga dan mahasiswa di Poltek KP Sorong agar bisa jadi pengusaha di bidang kelautan, tidak hanya punya target untuk bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Dia mencontohkan, tidak masalah jika baru memulainya dengan kapal kecil yang panjangnya antara 10 sampai 11 meter saja, karena dengan kapal seperti itu, bisa menangkap hingga 10-15 kilogram ikan per hari. "Itu sudah lebih baik daripada jadi ABK. Munculkan kewirausahaan di kepala kalian, jangan jadi pegawai-pegawai saja," tutur Susi. Di hadapan para mahasiswa, Susi juga memaparkan bahwa lebih dari 500 kapal asing yang mencuri ikan dan merusak ekosistem laut sudah tidak ada lagi di perairan Sorong dan sekitarnya. Adapun setelah melarang kapal ikan asing beroperasi, Susi kini gencar mensosialisasikan pentingnya penggunaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan kepada nelayan tradisional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Susi Dorong Koperasi dan UMKM Perikanan Dibentuk di Papua", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/20/151332326/susi-dorong-koperasi-dan-umkm-perikanan-dibentuk-di-papua
Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Aprillia Ika


Menko Darmin Dorong Koperasi Menjadi Korporasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mendorong agar pelaku usaha yang tarafnya masih koperasi untuk berekspansi menjadi korporasi. Ekspansi seperti itu diperlukan agar pelaku usaha dalam negeri bisa semakin kuat dan meningkatkan daya saing dengan perusahaan lain dari luar negeri. " Koperasi hari ini harus berkembang menjadi korporasi agar dapat bersaing secara global. Contoh koperasi yang berhasil transformasi jadi badan usaha berdaya saing tinggi adalah Kospin Jasa," kata Darmin saat hadir dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (12/7/2018). Kospin Jasa merupakan koperasi pertama yang berhasil menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekaligus mencatatkan anak usahanya, PT JMA Syariah, di Bursa Efek Indonesia. Selain Kospin Jasa, Darmin menyebut Kisel sebagai contoh koperasi modern dengan 11 kantor wilayah dan 42 kantor cabang. Kisel bahkan telah membukukan omzet Rp 6,4 triliun tahun 2017 dan membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 63,7 miliar. Ada juga Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) selaku koperasi yang berkembang menjadi lembaga multibisnis. "KWSG sudah mendirikan pabrik fiber cement 'ress board' yang telah mencatatkan pendapatan Rp 2,5 triliun tahun 2017," tutur Darmin. Untuk dapat berekspansi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan berupa Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM 0,5 persen dari yang sebelumnya sebesar 1 persen. Kebijakan itu diharapkan dapat memudahkan pelaku UMKM dalam membayar pajak, memberikan rasa keadilan, serta membuka kesempatan kontribusi dalam pembangunan negara. Adapun secara keseluruhan, ada 7 provinsi yang menyumbang hingga 80 persen dari total penerimaan PPh UMKM tahun 2017. Provinsi yang dimaksud adalah DKI Jakarta (Rp 1.500,6 miliar), Jawa Barat (Rp 775,6 miliar), Jawa Timur (Rp 764,8 miliar), Jawa Tengah (Rp 510,9 miliar), Sumatera Utara (Rp 333,2 miliar), Banten (Rp 331,2 miliar), dan Bali (Rp 198,7 miliar). 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menko Darmin Dorong Koperasi Menjadi Korporasi", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/12/160600926/menko-darmin-dorong-koperasi-menjadi-korporasi
Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Erlangga Djumena

No comments:

Post a Comment