Jokowi Minta Koperasi Manfaatkan
Medsos hingga E-commerce
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta koperasi untuk
memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Dengan begitu,
koperasi di Indonesia tidak tertinggal oleh zaman. "Saya kira di awal
enggak harus dengan yang canggih-canggih, mulai dulu dengan semua anggota
koperasi harus pintar pakai WA (WhatsApp)," kata Jokowi dalam acara Puncak
Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 Tahun 2018 di ICE, BSD, Tangerang
Selatan, Kamis (12/7/2018). Setelah itu, Jokowi juga meminta masing-masing
koperasi untuk membuat laman di media sosial seperti Twitter, Facebook dan
Instagram. Ia juga meminta para insan koperasi untuk mempelajari cara membuat
konten yang menarik di medsos. "Kalau enggak ya percuma. Engggak bakal ada
yang like, enggak ada yang bakal mem-follow," kata Kepala Negara yang juga
aktif di berbagai platform medsos ini. Baca juga: Surat dari Anak Muda untuk
Menteri Koperasi... Terakhir, Jokowi juga meminta koperasi berjualan lewat
aplikasi belanja online seperti Lazada, Tokopedia dan Bukalapak. "Atau
membuat online store sendiri karena anak-anak muda sekarang semuanya ada di
situ," kata Jokowi. Jokowi meyakini, dengan memanfaatkan teknologi
digital, maka bisnis yang dilakukan koperasi akan terus berkembang pesat. Sebab,
koperasi bisa menjangkau seluruh masyarakat tanpa terhambat dengan batasan
jarak "Dengan internet, sudah tidak ada lagi yang namanya jarak mau 1000
meter mau 1000 km rasanya komunikasi dan interaksi sudah sama-sama mudahnya
sama-sama gampangnya," ucap Jokowi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Minta Koperasi Manfaatkan Medsos hingga E-commerce", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/12/11274181/jokowi-minta-koperasi-manfaatkan-medsos-hingga-e-commerce.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Diamanty Meiliana
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Minta Koperasi Manfaatkan Medsos hingga E-commerce", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/12/11274181/jokowi-minta-koperasi-manfaatkan-medsos-hingga-e-commerce.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Diamanty Meiliana
Susi Dorong
Koperasi dan UMKM Perikanan Dibentuk di Papua
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri
Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendorong agar pengusaha perikanan
skala kecil di Papua mulai membentuk koperasi serta unit usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM). Hal itu diminta Susi setelah dirinya menjamin bahwa laut di
sekitar Papua kini sudah bebas dari nelayan dan kapal-kapal asing yang selama
ini beroperasi secara ilegal di sana. "Laut Papua yang sudah puluhan tahun
lamanya dinikmati asing seperti Tiongkok, Thailand, dan Filipina saat ini
sepenuhnya telah menjadi milik Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya
pengusaha-pengusaha kecil membentuk koperasi atau UMKM," kata Susi saat
mengunjungi Poltek KP Sorong, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis
kepada Kompas.com, Selasa (20/3/2018). Susi juga mendorong warga dan mahasiswa
di Poltek KP Sorong agar bisa jadi pengusaha di bidang kelautan, tidak hanya
punya target untuk bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Dia mencontohkan,
tidak masalah jika baru memulainya dengan kapal kecil yang panjangnya antara 10
sampai 11 meter saja, karena dengan kapal seperti itu, bisa menangkap hingga
10-15 kilogram ikan per hari. "Itu sudah lebih baik daripada jadi ABK.
Munculkan kewirausahaan di kepala kalian, jangan jadi pegawai-pegawai
saja," tutur Susi. Di hadapan para mahasiswa, Susi juga memaparkan bahwa
lebih dari 500 kapal asing yang mencuri ikan dan merusak ekosistem laut sudah
tidak ada lagi di perairan Sorong dan sekitarnya. Adapun setelah melarang kapal
ikan asing beroperasi, Susi kini gencar mensosialisasikan pentingnya penggunaan
alat tangkap ikan yang ramah lingkungan kepada nelayan tradisional.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Susi Dorong Koperasi dan UMKM Perikanan Dibentuk di Papua", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/20/151332326/susi-dorong-koperasi-dan-umkm-perikanan-dibentuk-di-papua.
Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Aprillia Ika
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Susi Dorong Koperasi dan UMKM Perikanan Dibentuk di Papua", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/20/151332326/susi-dorong-koperasi-dan-umkm-perikanan-dibentuk-di-papua.
Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Aprillia Ika
Menko Darmin
Dorong Koperasi Menjadi Korporasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mendorong agar pelaku usaha
yang tarafnya masih koperasi untuk berekspansi menjadi korporasi. Ekspansi
seperti itu diperlukan agar pelaku usaha dalam negeri bisa semakin kuat dan
meningkatkan daya saing dengan perusahaan lain dari luar negeri. "
Koperasi hari ini harus berkembang menjadi korporasi agar dapat bersaing secara
global. Contoh koperasi yang berhasil transformasi jadi badan usaha berdaya
saing tinggi adalah Kospin Jasa," kata Darmin saat hadir dalam peringatan
Hari Koperasi Nasional ke-71 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), melalui
keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (12/7/2018). Kospin Jasa merupakan
koperasi pertama yang berhasil menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR)
sekaligus mencatatkan anak usahanya, PT JMA Syariah, di Bursa Efek Indonesia.
Selain Kospin Jasa, Darmin menyebut Kisel sebagai contoh koperasi modern dengan
11 kantor wilayah dan 42 kantor cabang. Kisel bahkan telah membukukan omzet Rp
6,4 triliun tahun 2017 dan membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 63,7
miliar. Ada juga Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) selaku koperasi yang
berkembang menjadi lembaga multibisnis. "KWSG sudah mendirikan pabrik
fiber cement 'ress board' yang telah mencatatkan pendapatan Rp 2,5 triliun
tahun 2017," tutur Darmin. Untuk dapat berekspansi, pemerintah telah
mengeluarkan kebijakan berupa Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM 0,5 persen
dari yang sebelumnya sebesar 1 persen. Kebijakan itu diharapkan dapat
memudahkan pelaku UMKM dalam membayar pajak, memberikan rasa keadilan, serta
membuka kesempatan kontribusi dalam pembangunan negara. Adapun secara
keseluruhan, ada 7 provinsi yang menyumbang hingga 80 persen dari total
penerimaan PPh UMKM tahun 2017. Provinsi yang dimaksud adalah DKI Jakarta (Rp
1.500,6 miliar), Jawa Barat (Rp 775,6 miliar), Jawa Timur (Rp 764,8 miliar),
Jawa Tengah (Rp 510,9 miliar), Sumatera Utara (Rp 333,2 miliar), Banten (Rp
331,2 miliar), dan Bali (Rp 198,7 miliar).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menko Darmin Dorong Koperasi Menjadi Korporasi", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/12/160600926/menko-darmin-dorong-koperasi-menjadi-korporasi.
Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Erlangga Djumena
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menko Darmin Dorong Koperasi Menjadi Korporasi", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/12/160600926/menko-darmin-dorong-koperasi-menjadi-korporasi.
Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Erlangga Djumena
No comments:
Post a Comment